Sat. Dec 3rd, 2022

Nagabola.net

Informasi Seputar Berita Sepak Bola Terlengkap dan Terupdate Setiap Hari

Zelenskyy: Dunia Harus Beri Sanksi Rusia Soal Upaya ‘Pendudukan Rubel’ di Ukraina Selatan

2 min read

KIEV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa dunia demokrasi harus bereaksi terhadap apa yang dilakukan Rusia di wilayah Kherson dan Zaporizhzhia.

“Dunia demokratis juga harus bereaksi terhadap apa yang dilakukan penjajah (Rusia) di selatan Ukraina, di wilayah Kherson dan Zaporizhzhia. Ruang penyiksaan dibangun di sana, mereka menculik perwakilan otoritas lokal dan siapapun yang dianggap terlihat oleh komunitas lokal,” kata Zelenskyy dalam pidato videonya.

Dikutip dari laman Ukrinform, Senin (18/4/2022), Rusia juga disebut berusaha menjadikan wilayah Kherson dan Zaporizhzhia seperti Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Lugansk (LPR) yang mengklaim merdeka dari Ukraina.

Wilayah ini kini sedang dipindahkan ke zona rubel dan disubordinasikan ke mesin administrasi Rusia.

“Semua ini membutuhkan kecepatan yang lebih besar dari negara-negara Barat dalam mempersiapkan paket sanksi baru yang kuat. Jawaban atas upaya ‘pendudukan rubel’ di wilayah Kherson dan Zaporizhzhia harus mencakup sanksi terhadap seluruh sistem perbankan dan keuangan Rusia, karena mereka adalah bagian dari mesin pendudukan,” tegas Zelenskyy.

Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan terhadap embargo pasokan minyak dari Rusia semakin meningkat setiap harinya.

“Semua orang di Eropa dan Amerika sudah melihat Rusia secara terbuka menggunakan energi untuk mengacaukan masyarakat Barat. Taruhan Rusia pada kekacauan di pasar bahan bakar seharusnya tidak berhasil,” papar Zelenskyy.

Zelenskyy turut berbicara kepada mereka yang berjuang untuk Ukraina di kota-kota dan komunitas di selatan yang melindungi simbol dan kebebasan nasional negara itu.

“Setiap manifestasi perjuangan seperti itu menyulitkan penjajah untuk menjalankan tugasnya. Sabotase perintah penjajah, jangan bekerja sama dengan mereka, protes. Ini perlu dipertahankan agar Rusia tidak berhasil mendistorsi kehidupan di kota-kota lain di Ukraina, seperti yang terjadi di Donetsk dan Lugansk,” pungkas Zelenskyy.

Sebelumnya pada 24 Februari lalu, Rusia memulai invasi skala penuhnya ke Ukraina.

Sejak saat itu, pasukan Rusia disebut telah menembaki dan menghancurkan infrastruktur penting dan sipil serta membunuh warga Ukraina secara brutal.

Baca juga !